21
Feb
09

LOGIKA PEMUJA SETAN TERHADAP TUHAN

Di surat kabar Surya, tertanggal 17 September 2008, diberitakan bahwa di Rusia ada 4 remaja dibunuh untuk menjadi sesaji setan. Mereka dibunuh dengan diiringi ritual khusus, lalu potongan tubuhnya dimasak, dan dimakan. Sisa potongan tubuh yang tak termakan dikubur dengan dandanan simbol-simbol setan, lalu pada kuburannya dipasang tanda salib terbalik. Tersangka pembunuhan tersebut adalah 8 remaja yang merupakan anggota jaringan pemuja setan.
Dari keterangan para remaja pemuja setan tersebut, mereka mengaku bergabung ke dalam sekte pemuja setan karena sudah bosan terhadap Tuhan. Salah satu dari mereka bahkan mengatakan, “Saya berdoa pada Tuhan, tapi dia tidak memberi saya banyak uang. Lalu saya beralih pada setan, dan semua kini membaik.” Mereka sangat yakin bahwa setan akan menolong mereka.
Para pemuja setan, demi memenuhi ritual-ritual pemujaan setan, bisa melakukan pembunuhan dan mutilasi. Di Rusia sering terjadi kasus pembunuhan, pemerkosaan, dan kejahatan lain terkait pemujaan setan. Di Moskow saja tercatat ada 15 sekte pemuja setan. Banyak anggota pemuja setan itu yang masih remaja.
Mengapa mereka, terutama para remaja, beralih dari Tuhan ke setan? Logika apa yang ada di dalam pikiran para pemuja setan? Tentunya bisa ada banyak faktor kenapa orang bergabung dalam sekte pemuja setan. Mungkin karena sekedar ikut-ikutan, mungkin karena ingin terlihat keren, mungkin karena terpaksa, mungkin cuma coba-coba, mungkin karena kelabilan pribadi mereka, atau mungkin karena yakin bahwa setan akan membantu mereka.
Pada tulisan ini, saya akan menjabarkan beberapa kemungkinan logika yang ada di dalam pikiran para pemuja setan berkaitan dengan pemikiran tentang adanya Tuhan. Lalu saya akan memberikan pendapat saya berkaitan dengan logika mereka tersebut. Kemungkinan-kemungkinan logika yang saya ungkapkan ini bisa menjadi hipotesis awal untuk melakukan riset terhadap fenomena pemuja setan.
Kemungkinan Logika dari Para Pemuja Setan, Berkaitan dengan Keyakinan Terhadap Tuhan
Berdasarkan keterangan dari salah seorang pemuja setan di atas, pemuja setan adalah orang yang telah bosan meminta kepada Tuhan. Jadi, mereka telah berdoa kepada Tuhan, namun tidak juga dikabulkan, sehingga mereka berpaling dari Tuhan.
Orang yang berpaling dari Tuhan, ada tiga kemungkinan. Pertama mereka tidak percaya terhadap Tuhan, kedua ragu-ragu akan adanya Tuhan, ketiga mereka percaya adanya Tuhan, namun menganggap bahwa Tuhan tidak akan menolong dan menghukum mereka.
a.    Tidak percaya akan adanya Tuhan
Tidak ada orang yang pernah melihat Tuhan, dan bagi beberapa orang, segala hal yang tidak bisa dilihat atau dirasakan dengan panca indera adalah tidak ada, hanya khayalan semata. Inilah kemungkinan pertama logika dari para pemuja setan, mereka menganggap bahwa Tuhan itu tidak ada. Jadi, percuma berdoa kepada Tuhan. Percuma meminta pertolongan dari Tuhan. Dan percuma untuk percaya kepada Tuhan.
Tapi kalau mereka tidak percaya Tuhan karena tidak bisa dilihat, mengapa mereka percaya kalau setan itu ada? Apakah mereka pernah melihat setan?
Saya yakin bahwa mereka pun tidak pernah melihat setan. Jadi, di sini saya bisa menyimpulkan bahwa logika mereka akan Tuhan, bagi sebagian besar pemuja setan, bukan berkaitan dengan ada atau tidak adanya Tuhan. Kalaupun ada pemuja setan yang benar-benar tidak percaya kepada Tuhan, mungkin jumlahnya hanya ada sedikit. Bagi mereka yang sedikit ini, mereka ikut bergabung dalam sekte pemuja setan, dengan tujuan bukan untuk mendapatkan pertolongan setan, namun sekedar ikut-ikutan (seperti halnya orang yang memeluk suatu agama, ada kalanya mereka hanya ikut-ikutan).

b.    Ragu-ragu akan Adanya Tuhan
Orang yang mengaku tidak percaya kepada Tuhan, terkadang dalam benaknya masih mempertanyakan apakah Tuhan ada atau tidak. Ketika orang mempertanyakan apakah Tuhan itu ada atau tidak, maka mereka telah ragu akan adanya Tuhan. Orang yang ragu akan Tuhan, tentunya juga ragu akan pertolongan dan hukuman Tuhan.
Kebanyakan remaja yang ragu akan adanya Tuhan, bisa jadi akan mencoba berpaling kepada setan. Mungkin pada awalnya mereka hanya coba-coba, penasaran ingin tahu, dan sekedar mengikuti ajakan teman. Mereka mengabaikan pemikiran bahwa Tuhan akan menghukum mereka bila memuja setan, karena mereka pun masih ragu akan hal itu. Namun, ketika mereka telah merasakan bahwa setan ternyata bisa memberikan bantuan, atau setidaknya setan memberikan umpan balik berupa tanda-tanda, maka mereka akan lebih mantap untuk menjadi pemuja setan. Selama ini mereka tak pernah merasa mendapatkan respon dari Tuhan, dan setanlah yang ternyata merespon mereka. Keragu-raguan mereka terhadap Tuhan, mengantar mereka untuk terus berpaling kepada setan.
Bisa jadi mereka tidak pernah menerima bantuan dari setan secara riil, bahkan tidak ada tanda-tanda atau respon yang diberikan oleh setan. Tapi mereka mengalami penerimaan dan merasa nyaman dalam kelompok pemuja setan, ini pun bisa membuat mereka betah dan bahkan loyal terhadap kelompoknya.

c.    Percaya adanya Tuhan, namun menganggap bahwa Tuhan tidak akan memberi pertolongan.
Ada orang-orang yang percaya akan adanya Tuhan, namun juga percaya bahwa Tuhan tidak akan membantu mereka. Mereka menganggap bahwa Tuhan hanya ada dan menyaksikan segala tingkah laku manusia. Tuhan tidak akan turut ikut campur terhadap kehidupan manusia. Dari sini kita bisa melihat, bahwa konsep mereka terhadap Tuhan sangat tidak sejalan dengan konsep pada ajaran agama-agama yang ada.
Dengan konsep seperti ini, mereka akan berpaling kepada setan. Mungkin pada awalnya mereka hanya ingin tahu, bila Tuhan tidak pernah merespon mereka, apakah setan akan merespon mereka? Setelah mereka masuk dalam kelompok pemuja setan, ada dua kemungkinan yang terjadi, mereka akan melihat respon dari setan baik secara langsung maupun tidak langsung, atau mereka tidak akan melihat respon dari setan.
Namun baik ada respon dari setan maupun tidak, bagi mereka menjadi ‘anak buah setan’ akan membuat mereka lebih kuat. Mereka biasanya adalah remaja yang labil, dan dengan menjadi anak buah setan mereka merasa lebih stabil, karena ada setan yang mendukung mereka. Dan untuk memantapkan perasaannya itu, mereka pun rela melakukan ritual-ritual demi menyenangkan setan. Tidak peduli apakah ritual-ritual-ritual itu sangat keji dan melanggar hukum. Tuhan pun mereka kesampingkan.
Mereka yakin bahwa Tuhan itu ada. Tapi mereka juga yakin bahwa Tuhan tidak akan membantu mereka. Konsep mereka terhadap Tuhan tidak sejalan dengan konsep Tuhan pada ajaran agama mereka. Ini berarti mereka telah keliru dalam hal konsep terhadap Tuhan. Mereka menganggap bahwa ketika mereka berdoa, seharusnya doanya langsung dikabulkan. Mereka tidak mengerti bahwa dikabulkannya suatu doa terkadang bukan hal yang terbaik bagi mereka. Mereka pun akhirnya protes kepada Tuhan, dengan melakukan hal-hal yang menentang kehendak Tuhan.

Para pemuja setan sering mengidentikkan diri mereka dengan setan menurut bayangan mereka. Dengan berbuat demikian, mereka akan merasa mempunyai kekuatan setan. Kekuatan setan akan terasa merasuk dalam diri mereka. Inilah yang menyebabkan mereka suka berpakaian hitam-hitam, dan mendandani diri mereka dengan asesori-asesori setan. Mereka menganggap, dengan kekuatan setan ini, akan mengantarkan mereka kepada apa yang mereka inginkan.
Pada pernyataan salah satu anggota pemuja setan di atas, bahwa kondisinya membaik setelah beralih kepada setan, kita tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan kondisi yang membaik tersebut. Namun dari pernyataannya bahwa ia telah berdoa kepada Tuhan, dan Tuhan tidak memberi jawaban, ini memberikan indikasi bahwa sebenarnya ada keyakinan dalam dirinya terhadap adanya Tuhan. Namun keyakinan terhadap Tuhan tidak dibarengi dengan konsep yang benar terhadap Tuhan dalam ajaran agama mereka.

Selain itu, pernyataan tersebut pun bisa jadi adalah pernyataan menentang terhadap keyakinan masyarakat. Masyarakat mempunyai konsep tertentu terhadap Tuhan, dan ia menentang konsep itu. Ia menyampaikan tantangan kepada masyarakat secara samar, memberikan pertanyaan apakah selama ini Tuhan peduli kepada manusia? Atau mana bukti bahwa Tuhan peduli kepada manusia? Tantangan itu sebenarnya adalah hasil dari pertanyaan dalam benaknya sendiri yang tidak terjawab.

Sikap menentang terhadap Tuhan, dan beralih kepada pemujaan setan, bisa juga disebabkan oleh pengalaman mereka saat harus menjalani ibadah atau mendapat pendidikan agama dari guru mereka. Waktu mereka beribadah dan mendapat pendidikan agama, itu adalah saat yang tidak menarik dan membosankan bagi mereka. Akhirnya, mereka bandingkan dengan saat melakukan ritual pemujaan setan. Mereka mendapatkan sensasi yang lebih kuat saat menjalankan ritual pemujaan setan, dibandingkan saat menjalankan ritual agama yang umum. Bayangkan dan bandingkan sensasi yang dirasakan seorang remaja saat sedang ritual membunuh, dengan saat melakukan kebaktian di gereja, atau melakukan sholat di masjid. Tentunya sensasi membunuh akan lebih kuat, dan ini dianggap oleh mereka sebagai sesuatu yang lebih menarik.

– lou dewanenonli –


0 Responses to “LOGIKA PEMUJA SETAN TERHADAP TUHAN”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Psikologi Sekilas

Blog Stats

  • 26,937 hits

%d blogger menyukai ini: