30
Jul
09

ADA APA DENGAN PELAKU BOM BUNUH DIRI DI INDONESIA?

Apa yang ada di dalam pikiran para pelaku bom bunuh diri di Indonesia? Mengapa mereka melakukan perbuatan itu? Berdasarkan apa yang telah saya amati dan perhatikan di tv dan kehidupan sekitar…Mungkin ini salah, tapi tetep saja pengen kutulis, cuma iseng-iseng..mudah-mudahan gak mengundang teroris buat membunuh saya…(sek pengen urip rek..he he he…)..Dan mudah-mudahan dengan ini facebook ku gak diblokir…

Saya melihat bahwa ada latar belakang yang sama antara pelaku bom bunuh diri dengan orang-orang yang terjebak masuk ke dalam aliran-aliran Islam palsu, yaitu yang mewajibkan anggotanya untuk membayar sejumlah uang, menghalalkan mencuri dari orang kafir, yang semacam N11 (atau NII) yang dulu beritanya pernah marak di tv-tv, dan dulu banyak mahasiswa yang terjebak masuk ke situ. Saya menulis ini karena saya pikir ini bisa membantu untuk siapa saja supaya tidak terjebak masuk ke kelompok semacam itu, sehingga tidak merugikan diri sendiri. Oke..mari kita coba masuk ke dalam pikiran mereka, para pelaku bom bunuh diri di Indonesia…(jreng jreng jreng…)

Para pelaku bom bunuh diri, mereka adalah orang-orang beragama Islam. Banyak orang-orang Islam (terutama di negara Indonesia ini) yang menganggap bahwa agama Islam sekarang lagi terpuruk, kita lagi terjajah. Lihat saja Palestina, mayoritas penduduknya beragama Islam, dan mereka diusir oleh Israel dari negaranya sendiri. Palestina hingga kini seperti tak berdaya menghadapi kekuatan Israel. Banyak korban jatuh dari pihak Palestina, walaupun ada juga korban dari pihak Israel, tapi presentasinya lebih besar dari pihak Palestina. Bahkan korban-korbannya tuh masih anak-anak (ngeri deh!). Selanjutnya, peristiwa ini bukan sekedar peristiwa perseteruan antar dua negara, tapi sudah menjadi perseteruan antara Islam dan Yahudi, dan disini…Islam kalah! Kalah kuat maksudnya…Dan orang-orang Islam di negara-negara lain (termasuk di Indonesia) turut merasakan kekalahan itu (hm….)

Lalu ada lagi. Dulu ilmu pengetahuan dikuasai oleh orang-orang Islam. Sekarang ilmu pengetahuan banyak berkembang di negara-negara barat, yang mayoritas bukan orang Islam. Mau tak mau kita pun harus mengakui, di sini sepertinya Islam mengalami kemunduran dalam hal ilmu pengetahuan.. (Islam kalah lagi)

Lalu ada lagi, peristiwa perang di Chehnya, atau di Afganistan, atau di Filipina, atau di mana-mana lah, pokoknya yang berhubungan dengan dunia Islam, maka akan kita temukan bahwa Islam posisinya lagi ada di bawah (emang dulu Afganistan pernah menang dari Rusia, tapi sekarang kayaknya kacau lagi)…Jadi, itulah singkatnya yang ada di dalam pikiran pelaku bom bunuh diri tersebut..mereka kesal, mereka merasa ini tanggung jawab mereka sebagai umat muslim untuk melakukan sesuatu, untuk tergerak hatinya saat saudara-saudara muslim mereka dianiaya, dibantai, dibunuh, diusir, dan direndahkan… (mereka merasa bahwa Islam dianiaya).

Nah, sekarang kita ada di Indonesia. Melihat saudara-saudara muslim yang mengalami penjajahan…kita pun juga merasakan hal sama di Indonesia, artinya, kita juga merasa dijajah…Bayangkan..kita di Indonesia ini, hidup seperti ini, tapi dengan pemikiran bahwa kita dijajah…Bahwa kita ada di bawah orang lain, atau bangsa lain, atau umat lain…Ehm..gimana ya..

Misalkan begini saja, bayangkan kita adalah orang Indonesia yang hidup di jaman penjajahan Belanda. Apa yang akan kita rasakan? Walaupun kita hidup enak, misalnya kita dikasih jabatan yang penting ama Belanda sehingga bisa makan roti dan minum susu, tapi bagaimanapun kita tetap ingin merdeka. Kita tak mau ada di bawah orang lain…nah ini juga..saat ini, banyak orang Islam yang merasa seperti ini. Kita merasa dijajah..oleh Israel, Amerika Serikat, Australia, dan negara-negara Eropa lain yang jadi sekutunya.. Untuk benar-benar memahami pemikiran ini, mari kita berpura-pura bahwa kita sedang dijajah..KITA SEDANG DIJAJAH SODARA!!!

Sudahkah anda merasa dijajah? Apa yang anda rasakan? Misalkan anda udah enak hidupnya, tapi anda melihat teman-teman anda gak enak hidupnya, gara-gara penjajahan itu. Apa yang anda rasakan? Penderitaan mereka, adalah penderitaan kita juga kan? Kita harus melakukan sesuatu! Dengan kata lain..kita harus melawan!

Inilah yang sekarang banyak ditanamkan di Indonesia. Kalau kita simak di pengajian-pengajian, atau di ceramah Jum’at..inilah yang sering ditanamkan…Bahwa Islam sekarang lagi terpuruk, Islam sekarang lagi di posisi bawah, bahwa kita harus melakukan sesuatu untuk kebangkitan Islam!

Nah..selanjutnya, mari kita tetap bayangkan bahwa kita sedang dijajah..Dijajah oleh siapa? Yah oleh siapa saja lah..misalkan saja negara kita ini masih belum merdeka, masih dijajah Belanda contohnya..bayangkan saja…lalu rasakan…rasakan dalam bayangan….kemudian, bagaimana apabila kita terus-terusan dimasuki hal-hal seperti ini… coba pikirkan…apa yang akan terjadi dalam diri kita?

Inilah yang akan terasakan…yang terjadi adalah…akan tumbuh KEBENCIAN di dalam hati kita! Apakah anda juga merasakan hal yang sama? (Yah, kalau gak merasakan kebencian, udah dicoba belum membayangkan sedang dijajah? Kalo udah membayangkan sedang dijajah, tapi masih belum ada kebencian juga, cobalah sekarang pura-pura benci, supaya paham aja!)

Oke, sekarang kita punya PERASAAN DIJAJAH, lalu kita punya KEBENCIAN. Kalau kita sudah punya dua hal ini, apa yang akan kita lakukan?

Hm…Gak usah jauh-jauh..misalkan aja di sekolah kita sering merasa gak bebas kalau ada guru matematika, karena gurunya galak, karena gurunya sering ngomong pedes..nah, apa yang kan terjadi? Lama-lama akan muncul kebencian juga kan? Gak hanya benci ama gurunya, ama pelajaran matematika juga benci. Lalu apa yang kita lakukan? Mungkin kita bisa diam saja, tapi…beberapa orang lain pasti akan melakukan sesuatu..misalnya, ngerjain guru..berusaha supaya lari dari pelajaran…bikin pelajaran kacau…bahkan..ngerjain teman! Loh, kok ngerjain teman? Kan gurunya yang galak, bukan teman? Kalau teman itu keliatan seperti manut aja ama gurunya, bisa kena kerjain juga kan. Dengan kata lain, anak-anak itu melakukan TEROR! Jadilah mereka TERORIS-TERORIS KECIL! Hua ha ha ha ha ha…(Ups..kok ketawa seh?)

Tapi apakah itu sama dengan kasus pelaku bom bunuh diri? Ya menurutku sih ada persamaannya.

Lalu bagaimana dengan yang lain? Ada kok yang yang punya perasaan dijajah dan punya kebencian, tapi tak mau melakukan terror..

Memang ada, dan saya juga sering melihat di sekitar saya (teman-teman, kenalan, kenalannya temen), yang beragama Islam dan mereka bilang sendiri bahwa dia benci ama agama lain, apalagi ama Yahudi dan Kristen (maaf nih, mudah-mudahan gak bikin situasi tambah ruwet, tapi ini kenyataan. Aku sendiri gak membenci agama lain kok..suer deh ? ). Tapi mereka menentang kekerasan. Mereka tak mau melakukan terror. Masih memegang prinsip bahwa Islam adalah agama yang damai, atau agama yang menyebarkan rahmat, jadi gak boleh melakukan terror…tapi saya pikir…tetap saja orang-orang yang berpikiran bahwa ia merasa terjajah dan punya kebencian inilah yang mudah menjadi target sasaran untuk dibujuk melakukan bom bunuh diri. Walaupun awalnya mereka anti terror, anti kekerasan..dengan bahasa yang indah dan bujukan maut, bisa saja pada akhirnya mereka mengganggap bahwa kekerasan semacam ini boleh lah ditolerir…mereka akan berpikir, bahwa inilah perjuangan, harus ada yang dikorbankan..(hm…)

Oke, mereka sudah punya perasaan dijajah, lalu punya kebencian, lalu pengen melakukan terror. Terus, mengapa mereka mau bunuh diri?

Hm…Coba kita lihat, Nurdin M Top, dia orang Malaysia. Tapi ia mengajak orang-orang Indonesia, bukan orang Malaysia sendiri, untuk melakukan bom bunuh diri. Di sini saya berpikir, bahwa ini karena orang-orang Indonesia lebih mudah dibujuk untuk bunuh diri daripada orang-orang Malaysia. Kenapa demikian? Karena orang Malaysia lebih makmur dan Indonesia lebih miskin. Lihat saja para pelaku bom bunuh diri yang sudah diketahui identitasnya, kayaknya mereka bukan orang kaya. Jadi, karena mereka miskin, kalau mereka bunuh diri, kan sama saja dengan menghentikan penderitaan mereka…Mereka cenderung akan berpikir..hidup ini susah…lalu ada jalan (bujukan) supaya hidup lebih BERMAKNA…ya udah…akhirnya bersedialah mereka melakukan bom bunuh diri…

Hm…apakah benar demikian? Gak tau juga sih…aku bisa saja salah. Tapi dari permenungan ini bisa disimpulkan, supaya gak terbujuk untuk melakukan bom bunuh diri (atau ikut dalam kelompok Islam yang palsu), pertama kita musti merasa bahwa kita “TIDAK DIJAJAH”. Lihatlah, kalau kita dijajah, apakah kita gak punya kesempatan jadi Presiden? Apakah kita gak punya kesempatan untuk jadi orang sukses? Setiap orang di Indonesia ini mempunyai kesempatan yang sama, tinggal pinter-pinternya kita aja. Jadi kalau kita mempunyai kesempatan yang sama, kenapa kita merasa dijajah? Memang sih ilmu pengetahuan sekarang mayoritas dikuasai oleh orang barat, tapi apakah kita gak punya kesempatan untuk belajar dan memperluas ilmu pengetahuan kita? Mungkin memang benar kita kalah dalam hal keuangan, sehingga karena sibuk mikirin uang jadi gak mikirin belajar. Tapi sekali lagi, kita juga punya kesempatan yang sama untuk jadi orang kaya kan..sekali lagi tinggal gimana kita aja….kita..MERDEKA! Lalu bagaimana dengan penjajahan Israel atas Palestina? (Hm..ku pernah baca..bahwa orang Israel ngerasa Palestina lah yang menjajah mereka..jadi kayaknya orang Israel juga merasa dijajah..he he he..) iya okelah, palestina dijajah. Tapi bukan Indonesia kan? Kalau kita emang pengen bantu Palestina, yang kita bom kan angkatan bersenjata Israel. Bukan penduduk sipil yang gak tau apa-apa. Sekali lagi, kita di sini orang Indonesia…MERDEKA! Merasa lah merdeka, maka kita MERDEKA!

Yang kedua adalah kita musti menghilangkan “KEBENCIAN”. Gantilah dengan “KEDAMAIAN”. Alih-alih mengatakan “Tetangga kita Orang Brengsek”, lebih baik kita mengatakan “Kita Orang Ramah”. Alih-alih berseru “Negara situ sangat Jelek!” Lebih baik kita berseru, “Negara kita Perlu untuk jadi Baik”. Alih-alih menempelkan stiker “Yahudi Teroris Asli!”, lebih baik kita tempelkan stiker “Islam Damai!” Coba bandingkan pernyataan pertama dengan ke dua, mana yang lebih menyebarkan KEDAMAIAN? Lagipula, orang Yahudi kan umatnya nabi Musa. Nabi kita juga. Ada orang Yahudi yang jelek, ada juga yang baik. Sama, orang-orang Islam juga, gak semuanya baik, ada juga yang jahat. Ehm..agak melenceng sedikit, alih-alih mengatakan “Ganyang Malaysia!”, lebih baik kita katakan “Indonesia Memaafkanmu Malaysia!”..bukankah kata-kata ini lebih menunjukkan harga diri kita? Kebesaran hati kita? Bukankah Muhammad, teladan bagi umat manusia (terutama Islam), adalah orang yang selalu menyebarkan kedamaian? Beliau tidak benci sama orang buta yang pernah memaki-maki beliau. Beliau tidak benci sama orang yang selalu menyiram air kotor ke tubuh beliau setiap subuh. Beliau tidak benci kepada umat yang telah melemparinya dengan batu sampai berdarah. Ada apa dalam diri Muhammad? Ada KASIH SAYANG di situ, bahasa kerennya COMPASSION (hm…bahasa keren ini…gak keren-keren amat sih!). Lagipula, bukankah Islam sendiri berarti Damai? Intinya adalah tanamkan KEDAMAIAN, sebarkan KEDAMAIAN, di setiap aspek kehidupan kita, hingga ke hal yang sekecil-kecilnya…


0 Responses to “ADA APA DENGAN PELAKU BOM BUNUH DIRI DI INDONESIA?”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Psikologi Sekilas

Blog Stats

  • 26,937 hits

%d blogger menyukai ini: