03
Sep
11

Kami Orang Pendiam

Coba amati orang-orang di sekitar kita. Coba amati teman kita, saudara kita, dan coba amati diri kita sendiri. Adakah ditemui orang yang jika di suatu tempat ia mempunyai sikap perilaku tertentu, lalu di tempat yang lain ia bersikap dan berperilaku berbeda, seperti bukan dirinya yang sebelumnya. Ketika ia berkumpul dengan orang-orang dari grup yang satu, ia bersikap sangat pendiam, tapi ketika ia berkumpul dengan grup yang lain, ia sama sekali tidak pendiam. Malah sangat dominan. Ini terjadi pada saya. Ya, saya sendiri. Salah seorang teman saya melihat itu. Teman saya itu adalah teman di suatu perkumpulan. Kemudian ia bergabung di perkumpulan lain, yang sebelumnya saya sudah bergabung di situ. Teman saya kaget, yang tadinya di perkumpulan saya pendiam, kenapa di perkumpulan yang ini saya tidak pendiam lagi, berbeda seratus delapan puluh derajat. He he…ehm..apakah semua orang seperti itu? Atau hanya saya saja? Atau ada beberapa orang saja – tidak semua orang – yang seperti itu?

Setelah baca buku ‘Pengantar Psikologi’ oleh Atkinson, Atkinson, Smith, dan Bem, ternyata dituliskan di situ bahwa perilaku memang mungkin berbeda-beda dari situasi satu ke situasi lain. Individu mungkin menarik diri dalam sebagian situasi, tapi terbuka pada situasi yang lain. Karena alasan ini lah, penilaian trait dari kepribadian tidak bisa memprediksi perilaku dalam situasi yang berbeda. (trait adalah sifat, yang membedakan individu dengan individu lainnya. Trait misalnya tenang, tegar, percaya diri, pendiam, tidak senang berpetualang, mudah marah, kejam, ceroboh, dan lain-lain)

Saya melihat ada teman saya persis seperti saya. Tapi saya juga melihat ada teman akrab saya yang konsisten, ia sanguin (ceria, lucu, rame), dan di semua perkumpulan, di semua tempat, dia selalu sanguin. Jadi ada orang yang berubah-ubah sifat dan perilakunya. Tapi ada yang hampir konsisten perilakunya.

Bagaimana cara membuat orang seperti saya (yang pendiam ini, he he he) berubah perilakunya? Dari yang tadinya menarik diri, jadi tidak menarik diri lagi, dan bahkan mendominasi?

Caranya, seringlah bersenang-senang bersama-samanya! Yak..dengan sering bersenang-senang bersama, suasana akan cair, tidak akan ada lagi kekhawatiran, tidak perlu menarik diri. Bersenang-senang yang bagaimana? Seperti maen game, bercanda, berkaraoke, bermain permainan outbound, main bersama di ancol, dufan, naik wahana-wahana permainan, foto geje bersama, dan lain sebagainya.

Ini terbukti. Saya sendiri juga begitu. Saya sangat pendiam di keluarga besar saya. Jika ada pertemuan keluarga besar, baik dari pihak ayah maupun ibu, saya selalu memilih diam dan menarik diri. Tapi saya sangat berbeda dengan keluarga kandung ibu. Karena di keluarga kandung ibu, kami sering rekreasi bersama. Saya bisa dominan di situ. Teriak-teriak pun gak masalah. Berbeda dengan jika berkumpul dalam keluarga besar, apalagi dengan keluarga dari pihak ayah, yang selalu lebih formal. Harus sopan lah. Mesti salaman lah. Mesti ini, mesti itu…fuh..gak nyaman rasanya.

Di suatu perkumpulan, saya juga sangat dominan, karena kami sering berekreasi bersama. Bahkan kami sering bermain outbound bersama. Seorang anggota baru, pernah ditanya begini, bagaimana pendapat mu tentang perkumpulan ini, bagaimana kesan pertamamu..terus dia bilang kira-kira seperti ini..”di sini sepertinya saya orang asing (tentu saja, karena dia masih baru). kalau bisa untuk anggota baru ada pendekatan dari anggota-anggota lama,sehingga saya tidak merasa asing lagi.” Itu pendapatnya dia waktu itu, tapi…beberapa saat kemudian kami melakukan aktivitas outbound, akhirnya dia jadi cair, dan lama-lama dia gak ngerasa asing lagi. Bahkan di foto dia nampak ‘gokil’ ! Ha ha ha..

Jadi, jika kalian menemukan orang-orang sejenis saya..TOLONG ingat ini.. bukan kami sombong, kami sering menarik diri, sering menghindar dari bertemu dengan orang-orang, karena ada perasaan yang tidak nyaman yang tidak bisa kami jelaskan..saya sering merasa tak nyaman untuk bersama dengan orang-orang, terutama dengan orang-orang baru, terutama dengan orang-orang yang ‘kaku’ (walaupun saya sendiri orangnya cenderung terlihat kaku..hi hi hi..). Kami bukanlah orang yang merasa nyaman di tengah keramaian. Kalau disuruh memilih, kami lebih suka sendirian daripada berkumpul dengan orang-orang. Tapi sesungguhnya kami juga membutuhkan teman. Jadi tidak benar seratus persen bahwa kami adalah orang yang lebih suka sendiri. Karena saya SANGAT suka berkumpul dengan teman-teman di satu perkumpulan (yang sering outbound dan rekreasi tadi). Bahkan bisa dibilang saya sangat ‘setia’ loh dengan perkumpulan itu. TOLONG..mohon jangan jauhi kami. Karena bagaimanapun kami makhluk sosial yang membutuhkan teman. Tapi juga jangan paksa kami untuk mendekat. Karena kalau dipaksa jadi makin tak nyaman bagi kami. Jangan pula cepat ‘menghakimi’ kami dengan mengatakan kami orangnya pendiam, dan sebagainya.Seandainya anda melihat kami memang pendiam, jangan dikatakan. Simpan saja dalam hati. Tetaplah tersenyum dan cairkan kebekuan kami dengan canda, ketidakformalan, dengan bermain, dan lain-lain. Ada dari kami yang sangat sulit ‘cair’, ada yang lebih mudah.

Hm..rasanya memang tidak adil kalau saya menuntut orang lain untuk memperlakukan orang-orang sejenis saya. Sedangkan kita kan harus pro-aktif. Tidak menunggu orang lain. Dengan demikian, kalau saya pribadi, dengan saya memahami hal ini, maka saya pun juga akan berusaha untuk tidak menghindar lagi. (Walaupun waktu lebaran barusan saya udah menghindar lagi bertemu dengan keluarga besar, dengan berpura-pura sakit perut. He he he..). Saya juga akan berusaha untuk lebih cepat cair..tapi yah..tolong kasih waktu lah..karena semua kan butuh proses…hm…

 

TAMBAHAN DARI TULISAN “KAMI ORANG PENDIAM”, bisa dilihat di link ini: https://perilakumanusia.wordpress.com/2014/05/30/tambahan-kami-orang-pendiam/


58 Responses to “Kami Orang Pendiam”


  1. 1 geri
    Juli 1, 2012 pukul 5:24 pm

    kenali lebih jauh yuk bagaimana orang pendiam itu.langsung aja liat disini
    http://archav.blogspot.com/2012/07/jangan-remehkan-seorang-pendiam.html

  2. 2 leni
    Desember 5, 2012 pukul 6:13 pm

    hampir sama dengan saya juga tipe pendiam. tapi sayangnya saya sama sekali tidak punya teman atau perkumpulan seperti anda

  3. 4 Nova
    Desember 17, 2012 pukul 12:58 pm

    Saya juga senasib. tapi saya memiliki beberapa teman yang bisa membuat saya merasa nyaman di sekitar mereka, bahkan saya merasa lebih nyaman di sekitar mereka dari pada ketika berada di tengah-tengah acara keluarga besar saya.

  4. Desember 29, 2012 pukul 2:01 am

    sebenarnya pengensi bicara, tapi saya trauma kadang saya bicara, trus orang ditanggapi, lalu beberapa saat kemudian terdengar gunjingan-gunjingan gak enak tentang apa yang saya bicarakan tadi, entah itu bicara itu kasar lah, bicara saya kepo lah, menyakitkanlah pokoknya, di depan mereka sungkan, tapi di belakang mereka mengguncingkan kita, padahal sebenarnya pengen bersosialisasi sih, tapi ya itu tadi pas sosialisasi saya sering salah ngomong, entah keceplosan, atau blak-blak an yang membuat orang lain gak suka, sehingga buat bicara aja bisa menjadi hal yang traumatis

  5. Januari 19, 2013 pukul 3:52 pm

    salam kenal smuanya….. aku juga bernasib sama seperti yg kalian katakan, Persis. memang jadinya serba salah juga ya, diam salah… ngomong salah…

  6. 8 ananda
    Februari 28, 2013 pukul 12:18 am

    sy jg orng’y sma sprti anda. meskipun teman2 n orang2 dskitar mnyebut sy anak yg pintar. tp sy ttep aja sulit brgaul.

  7. 9 Nicco
    Juni 3, 2013 pukul 3:50 pm

    Saya persis banget dalam teks di atas tersebut…

    saya cuma bisa terbuka dengan 2 temen deket cowo..
    ketika saya meningap di salah satu temen cowo tersebut , bisa di bilang saya yang paling ga bisa diam…

    ketika berame-rame dengan temen lain , saya diam tanpa kata” melihat aktivitas yg sedang dikerjakan temen”ku… walaupun disana ada 2 temen cowo ku…

    aku merasa iri , dengan 2 temen cowo deket…
    mereka populer di kalangan temen” lain…. sedangkan saya bisa dibilang ga ada ( ga di anggap )

  8. Juni 6, 2013 pukul 3:29 am

    Sama, aku juga pendiam
    dan perkataan dari orang lain yang paling gak kusukai adalah ketika dibilang pendiam
    semakin dibilang pendiam, akan lebih cenderung diam.
    jadi setuju dengan post anda, ketika bertemu dgn seseorang pendiam, gak usah dikomentari, cukup disimpan di dalam hati & lebih baik cairkan suasana aja.
    Karena dibilang “pendiam” itu sangat tidak enak..
    Salam kenal ya🙂

  9. Juni 9, 2013 pukul 5:46 pm

    Semoga bisa saya pedomani.thanks

  10. Juni 24, 2013 pukul 3:21 am

    saya orange pendiem gampang terusik gampang tersinggung

  11. Juni 28, 2013 pukul 9:37 am

    sekedar saran buat sesama pendiam (yang ngerasa…he he)..kalo bisa pro aktif aktif aja, seperti yg saya bilang di paragraf terakhir itu. Sulit memang, dan juga butuh waktu. Dan..mungkin juga masih ada pilih-pilih juga..yah..itu mah biasa..tapi yang penting, kita kan gak ada maksud buruk. Orang pasti akan ngerasa kok kalau kita gak bermaksud buruk. Itu yg penting..gak perlu pikirkan apa kata atau pendapat orang. Yang penting kita niatnya baik.. Mencoba belajar bersosialisasi bukan hal yg buruk kok. Sama dengan menjalin silaturahmi..

    Satu hal yang selalu saya ingat ketika bertemu org baru (apalagi ketika terpaksa harus bertemu org baru), “orang lain itu gak pernah mikirin kita kok, mereka itu lebih memikirkan diri sendiri daripada orang lain.”

    Ketika mereka ngomongin diri kita, mereka sebenarnya sedang merefleksikan diri mereka sendiri. Coba aja lihat diri kita sendiri, sama kan..kita lebih mikirin diri kita sendiri daripada orang lain kan? Orang lain juga sama.

    Coba perhatikan lagi diri kita dan orang-orang lain..Kalau kita ngomongin buruk tentang orang lain, biasanya karena kita ingin menutupi hal buruk pada diri kita sendiri kan? Walaupun kita anggap hal buruk itu bukanlah hal buruk, tapi kita gak mau org lain berpikiran itu sebagai hal buruk, sehingga kita membicarakan orang lain sebagai upaya hal itu tertutupi kan? Iya kan? He he… Ini berarti, omongan buruk dari orang lain adalah refleksi buruk diri mereka sendiri. Jadi gak perlu diambil pusing..

    Orang lain juga lebih memikirkan dirinya sendiri daripada mikirin kita..Jadi kalau ada orang lain ngomongin buruk ke kita, santai aja. Gak usah terusik apalagi tersinggung. Apalagi mau balas dendam..gak menyelesaikan masalah. Kalau kita tetap berniat baik, tetap berbuat baik, berusaha gak nyakitin orang lain..ya..kalau kepleset..tinggal minta maaf. Kalau kita balas dendam dengan melakukan hal yang gak baik, justru tambah masalah lagi nanti..

    Intinya..kita tetap berusaha menjalin silaturahmi aja. Lebih pro aktif gitu..gak perlu khawatir pendapat orang-orang lain…ada enak ada gak enaknya, ketika mempunyai teman banyak. Tapi, kuyakin lebih banyak enaknya daripada gak enaknya. Kalau lebih banyak gak enaknya, berarti cuma belum nemukan yang enak aja. Tinggal cari yang lain lagi aja..he he he..

  12. September 14, 2013 pukul 4:47 pm

    Ternyata di sini banyak yang senasib yah ;-; /nangis/ xD
    Kalau aku sih ga terlalu menonjol juga diantara temen2 deket. Maksudnya ga cerewet2 sangat. tapi saya lebih ke pemerhati kkk~
    Da menarik diri dari kelompok2 orang tenar atau yang lebih suka banyak bicara dan heboh. Kebanyakan dari teman2 dekat saya adalah orang yang sederhana tapi pekerja keras, ga kalah sama kelompok orang2 tenar itu. Karena saya lebih nyaman pda orang2 yang seperti itu🙂
    untuk pertemuan awal dengan seseorang, saya cukup ramah xD
    maksudnya kalau dia ngajak bicara dulu saya juga bakal jawab. Ada timbal balik lah, meski ga dibuka2 juga..
    Tapi banyak orang yang orang yang bilang saya pendiam. Jujur saya juga pengen banyak omong seperti mrk. tapi kadang ga tahu harus bicara apa dan takut salah omong. taku ga bisa jaga lidah ><

  13. 15 umi
    September 20, 2013 pukul 5:21 am

    hai kaum pendiam (atau yang ngaku pendiam), aku hari ii baru diskusi dengan aanakku by phone, dia sekolah di lain kota, jadi aku gak muda lagi karena anaku udah kuliah,
    anakku diam banget asli diem… dan kelihatannya muali merasakan keidak nyamanan dgn lingkungan karena diamnya.. akhirnya aku bikin kesepakatanm untuk membantu memperbaiki diri, jadi hari ini aku banyak baca aneka blog mengenai anak pendiam (introvet) apa dan bagaimana nya ? aku loner tapi enggak pendiam, kalo disuruh ngomong atau pidato ya oke2 aja, sebagai kontributor sifat diam ke anakku aku juga mau bertanggung jawab untuk coba mengurangi, kalo merubah kayannya enggak bisa ya, tapi menyempurnakan dalam ketidak sempurnaanya. melalui forum ini aku butuh banget masukan terutama dari mereka yang muda2 gimana sebaiknnya seorang ibu baertindak buat anak2 yang introvet tadi.. makasih kalo ada yang mau meluangkan waktu buat jawab

    • Oktober 14, 2013 pukul 2:57 pm

      Ini sekedar saran..tapi karena saya merasa gak ahli dalam hal ini, mungkin juga perlu terus mencari jawaban yg lebih meyakinkan….seperti yg saya tulis di atas..kayaknya gak perlu mengatakan bahwa anak itu pendiam apa nggak. Cukup disimpan aja dalam hati. Gak perlu juga dikatakan ke orang-orang lain. Karena takutnya anak jadi melabeli diri sendiri sebagai pendiam, sehingga dengan label yg dia sandang tersebut, dia makin enggan bersosialisasi.

  14. 17 pororoEae
    September 27, 2013 pukul 5:50 pm

    Hidup sbg pendiam sprtku amat menyakitkan…ak gak punya sesuatu yang bisa di banggakan, bahkan bakatpun aku tak punya. Ak kadang merasa udah gak betah di dunia ini tapi mau pindah kemana?
    sobat semua…pernah mendengar tentang hipnoterapi yg konon bisa mengobati penyakit jiwa seperti pendiam, phobia..dll.

    • 18 delliadeli
      Oktober 13, 2013 pukul 12:55 pm

      saya juga sama n punya temen juga sedikit. suka kesepian dan ga dianggap

    • Oktober 14, 2013 pukul 3:06 pm

      ehm..sebenarnya masalahnya phobia, apa pendiam? Hipnoterapi..itu erat dengan sugesti, jadi kenapa nggak mulai mensugesti diri sendiri aja..setiap saat, katakan yang positif. Misalnya, dari pada mengatakan aku tak berharga, katakan saja aku berharga. Karena setiap manusia adalah berharga..Daripada mengatakan ‘aku tak berbakat’, katakan saja, aku pasti bisa kalau berusaha..Jadi, mulai saja berkata-kata yg positif, itu bagian dari menghinoptis diri sendiri.

      Dari tulisannya sih…Sepertinya sih masalahnya cuma karena kurang PD aja, gak yakin dengan diri sendiri. Kalau saya sih, mending gak usah pikirkan apa pendapat orang lain tentang diri sendiri, lakukan saja yang terbaik yg bisa dilakukan. Biarin aja orang bilang gak berbakat, yg penting kita lakukan dengan sebaik-baiknya, dan kita bisa menikmatinya..

    • 21 lenny
      September 11, 2014 pukul 5:07 pm

      orng pendiam kadang gak dianggap, sdih skali rasaya😦

  15. Oktober 18, 2013 pukul 3:23 pm

    Gw Juga Tipe Orang pendiam tapi Gw Mencoba Bangkit supaya Gak Jadi Ank pendiam lagi…tpi rsnya Susah Banget ea Rsnya Gw Lbh nyaman klw Gw Diam tpi klau di forum diskusi atau debat gw Hilangin thu sifat pendiam gw..😀

  16. 23 wahyu irwanto
    November 1, 2013 pukul 2:32 pm

    gimana kalo kita para pendiam bikin komunitas sendiri

  17. 24 Timaro
    November 7, 2013 pukul 2:38 pm

    yuk…yuk…kita buat komunitas atau milis gitu..

  18. November 24, 2013 pukul 3:40 am

    saya juga memiliki sifat seperti itu. Tapi masih ada satu masalah. Saya masih minder saat mau kenalan sama cewek. Bagaimanakah cara untuk mengatasinya?

  19. 26 rendy
    Januari 7, 2014 pukul 7:42 am

    Aku orangnya pendiam dan punya temen dikit banget,bisa dihitung dgn jari deh pokoknya….tp kalo udah bicara sama temenku yg akrab sama aku,aku bisa jadi yg paling cerewet di antara mereka.

  20. Januari 22, 2014 pukul 5:09 pm

    Saya adalah tipe orang pendiam, tidak suka dengan keramaian, apalagi dengan keributan. Sebelum itu, saya tipe org yang ceria, mudah bergaul dan selalu tertawa. Tetapi setelah saya di acuhkan oleh keluarga saya, saya merasa apa yang saya miliki tidak berguna. Maka dari itulah saya menjadi pendiam, mudah marah, mudah tersinggung, dan cenderung pendendam. Apakah ada solusi ?

    • Februari 17, 2014 pukul 2:42 am

      kalau saya pikir, hal pertama yg penting memang adalah menyadari. Sudah menyadari bahwa diri pendiam, mudah marah, mudah tersinggung, dan pendendam..itu sudah bagus. Kemudian, sadari bahwa sifat2 itu kurang baik, selain gak baik buat diri sendiri, pasti juga gak baik buat orang lain. Pasti ada cara untuk merubahnya. Cara pertama, cobalah untuk tidak mudah marah, tidak mudah tersinggung, tidak mudah mendendam..cobalah untuk berpikir positif daripada berpikir negatif…Kupikir, kita semua bisa latihan untuk merubah diri sendiri supaya menjadi orng yg lebih baik. ..

  21. 29 wiwin
    Februari 16, 2014 pukul 1:53 pm

    eh bener bikin komunitas para pendiam yuk. salam kenal yaa semua ^^

    • Februari 17, 2014 pukul 2:38 am

      ehm…gak tau ya. memang benar, kita membutuhkan support dari orang lain, dan seringkali kita membutuhkan orang2 yang mengerti dengan diri kita. Mungkin karena itulah banyak yg ingin membentuk komunitas..Tapi kupikir, daripada membuat komunitas orang pendiam, lebih baik membentuk komunitas2 yg lain yg tidak ada unsur mennghakimi diri sendiri sebagai org pendiam. Masalahnya (seperti yg kutulis diatas), kita kan gak mau dihakimi orang lain sebagai orang pendiam, jadi mengapa kita membentuk komunitas pendiam?

      Kalau pendapatku sih, lebih baik membentuk komunitas yang lain, misalnya komunitas ‘pengamat perilaku’, tujuannya, saling belajar memahami perilaku orang lain. Jadi anggotanya luas, gak melulu orang (yg ngerasa) pendiam aja. Atau gabung aja dengan komunitas2 positif lain. Banyak kan di kota kita. Kalau kita gabung dengan satu komunitas aja misalnya, kita bisa dapatkan teman-teman yang asik, yang mereka terdiri dari banyak perilaku (justru itulah letak keasikannya kan)…

      Kalau mencari komunitas-komunitas asik, dan lokasi ada di Malang (Jawa Timur), kebetulan aku tahu dan sudah pernah bergaul dg orang-orang di sana, sehingga tahu kontak person banyak komunitas yang ada di Malang..kalau tertarik gabung ke komunitas..silakan hubungi saya saja🙂

  22. Maret 3, 2014 pukul 3:32 pm

    bergabunglah di KAP (Komunitas anak pendiam) saya sudah bergabung. mari kita bersatu lebih kuat

  23. 32 Vera SHE.
    Maret 30, 2014 pukul 6:32 am

    Ternyata banyak juga yang senasib denganku. Aku orangnya juga pendiam. Kadang jadi pendiam menyakitkan juga. Mamaku pernah bilang supaya aku jangan terlalu pendiam, entar susah ke depannya. Aku coba untuk berubah, tapi tetep aja gak bisa. Aku suka menyendiri dengan suasana sepi. Pokoknya berusaha menarik diri dari keramaian. Aku juga nggak punya temen dekat. Kalo boleh cerita dikit nih ya, aku lagi kuliah dan temen deketku cuma satu. Tapi sekarang dia berhenti kuliah. Then, I’m alone. T.T

  24. 33 Stupidity Of Nine Evils
    April 14, 2014 pukul 1:27 pm

    saya jg pndiam. tapi kalau udah klop, wih ramenya kyak pasar senen.. saya jg sangat amat cerwet di lingkungan keluarga.tp kl udah ktmu lingkungan baru dah kayak ketelen bumi.

  25. 34 Otniel
    April 20, 2014 pukul 1:48 am

    wajar sih gak nyaman di lingkungan baru, tapi yg menentukan kita ingin terus gak nyaman ya diri sendiri, bukan genetika atau bukan karena kita pendiam, karena pikiran kita sendiri. Akarnya adalah cara berpikir kita.
    gw jg kadang malas ngomong, tapi ya ga boleh jg

    • April 20, 2014 pukul 2:15 pm

      ya,bisa juga..
      menurut sampeyan, gimana kalau misalnya diri kita sendiri, atau saudara kita, atau anak kita sendiri, cenderung selalu tidak nyaman di lingkungan baru dan memilih selalu diam? Cara berpikir seperti apa yang mestinya ditanamkan? Terima kasih…

  26. 36 lusianaria90@gmail.com
    April 24, 2014 pukul 4:44 am

    iya saya juga pendiam,,susah rasanya untuk berkumpul dengan orang baru,,saya pengen seperti orang lain yang selalu PD sama dirinya,,

    • April 29, 2014 pukul 1:38 am

      saya sendiri dulunya juga tidak PD. Jika harus bicara di depan banyak orang juga sering salah tingkah. Tapi toh sekarang sudah bisa mengatasinya. Bagaimana caranya? Pertama sadar, kedua banyak latihan aja sebenarnya. Akan saya jelaskan lebih jauh di update tulisan saya di atas.

  27. 38 lusianaria90@gmail.com
    April 24, 2014 pukul 4:46 am

    gimana caranya supaya saya seperti tmeman-teman saya yang lain???

  28. 40 aulia
    April 24, 2014 pukul 1:28 pm

    kena bgt! dulu sy orgx tdk pendiam tpi semenjak naik SMA lama kelaman sifat pendiam saya lebih bertambah. apa mungkin faktor genetik? karena ayah saya jg pendiam

    • April 29, 2014 pukul 1:43 am

      Saya belum menemukan hasil penelitian tentang sebabnya nih. Kalau ada, tolong dibagi di sini ya. Tapi saya punya pendapat pribadi aja untuk sementara ini. Nanti saya akan tambahkan di tulisan saya diatas. Terima kasih..

  29. 42 fikri
    Mei 23, 2014 pukul 10:51 am

    kalo saya berteman ke cowok asik asik aja sih tapi kalo ke cewek gak tau kenapa selalu pendiam ,,,, tolong solusinya…

  30. 44 alif
    Juli 26, 2014 pukul 3:48 pm

    Apa yang di ceritakan di dalam artikel di atassangat sama kondisinya dengan say, hanya saja saya tidak punya perkumpulan. Terkdang saat sedang berkumpul dengan teman sekelas saya lebih banyak diam kadna saya tkut slah bicara atau garing dsb.
    Saya capek menjadi minder/pendiam, padahal dlu saya orng nya dominan tapi semenjak smp saya berubah dgn sndriny tanpa saya sdari. Saya akan menjadi dominan dgn orang” tertntu yg sudah sngat dekat.
    Saya pbya sfat yg pmikir, jka ada lelucon teman yang benar tentang saya mka saya akn memikirnnnya sharian bahkan stlah bbrapa blan sya tetap ingat. Tapi stlah mmbca artkel ini pemikiran dan persaan sya sdkit lga, karna sblumny sya berfkir bahwa saya orang aneh dan satu” nya yg mngalami hal sperti ini.

  31. 45 sarah
    Agustus 22, 2014 pukul 2:50 pm

    orang pendiam itu biasanya faham dengan sifat2 manusia. karna lebih sering mengamati sifat2 orang:)

  32. Oktober 4, 2014 pukul 5:33 am

    sama q juga seperti tulisan itu meskipun gak sama persis yang penting intinya q punya sifat seperti itu ?

  33. November 5, 2014 pukul 2:54 am

    Aku juga punya sifat seperti ini… trkadang orang asal ceplas ceplos aja ‘menghakimi’ klo kita ini pendiam, hmmm… pling bencii aku dikatain kek gtu…. malah tambah diem lah klu dikatain kek gtu…
    aku merasa gk diakui walaupun aku d bilang pintar sma tmn2ku. Aku rindu punya teman yg nerima keadaanku yg seperti ini….😥
    aku juga mencari org yg hobinya sma denganku, tpi akhirnya dpt walaupun dia gk sekelas sma ku… yaaa…. lumayan sih buat senang2, menghilangkan beban pikiran ^^

  34. Desember 15, 2014 pukul 12:05 pm

    Aku jg ngerasa gitu kok.. mgkn org lain yg lrbih dominan extrovert cenderung kurang memahami introvert itu seperti apa. Padahal kita kalo diajak berteman juga menerima mereka

  35. 49 kiki
    Desember 23, 2014 pukul 5:12 am

    teman masuk grub komunitas pendiam di fb

  36. 50 arief
    Mei 19, 2015 pukul 7:13 am

    aku juga pendiam terutama di sekitar orang asing,suka gk pede dan risih rasanya kalau diliatin walaupun gk ada yg salah , susah untuk memulai percakapan, dan biasanya lebih sering ditanya dari pada menanya, dan percakapan pun cuma sebentar, beda dgn orang biasa lebih cair saat berbicara dgn lawan bicara, punya teman tapi sedikit, mudah tersinggung dan merajuk, dan lebih sering dirumah, main game atau nonton tv

  37. Mei 20, 2015 pukul 1:04 pm

    Maaf karena keterbatasan waktu, tidak bisa membalas satu persatu komenteranya..terima kasih, dan silakan dilihat lanjutan tulisan saya ini : https://perilakumanusia.wordpress.com/2014/05/30/tambahan-kami-orang-pendiam/. Serta komentarnya..apa tips2 saya bisa diaplikasikan? Atau mungkin ada kekurangannya?

  38. Juni 6, 2015 pukul 1:24 pm

    1000% exactly same with me. Nice to know this. Sayangnya ga semua paham akan hal ini mas, jadi kadang kita jadi kambing guling buat bullying. Gak cuman di kantor, komunitas, keluarga bahkan masyarakat. Sedih juga sih kadang, cepet bosan, dll.

  39. 54 han
    Oktober 28, 2015 pukul 8:47 am

    sama saya juga begitu,sekarang saya duduk di kelas 3 sma, saya dulunya sih cuma kalem tapi semenjak di masalalu masalah terus muncul,saya merasa dibenci,setiap kata yang saya keluarkan serasa tidak berguna,menghadapi semuanya sendiri, dulunya sering dibully,dipukul, dan setiap saya ingin memulai pertemanan, mereka menjauhi saya,saya mengira mereka lebih suka dengan orang yang humoris dan membuat mereka tertawa,pemikiran saya sangat berbeda dengan anak yang lainnya pada umur ini,banyak yang saya ingin katakan tapi tidak sebanyak dengan apa yang saya pikirkan,setiap jalan yang saya tempuh selalu berujung kegagalan,mungkin rasanya lebay tapi menurut saya kehidupan yg saya jalani 80% cuma kegagalan, saya tidak tau kenapa alasannya, saya mulai menariik dari dunia keramaian, saya merasa malu dan selalu membayangkan bisa bercanda dan tertawa dengan wanita yang saya cintai dan mempunyai banyak teman,

    • Oktober 29, 2015 pukul 4:51 pm

      hmm…apa yang bisa saya katakan, sepertinya masalah di masa lalu seolah “memakan” diri sendiri… kalau 80% adalah kegagalan, 20 % adalah keberhasilan kan? Seperti Thomas Alfa Edison, 90% eksperimennya adalah kegagalan. 10 % nya aja yang berhasil, tapi beliau orang besar, mungkin bukan karena dia banyak gagal atau berhasil kan? tapi karena dia berpikiran besar. Jadi, kenapa kita juga tidak berpikir secara besar seperti dia? Berpikir besar, berarti tidak fokus sama kelemahan dan kegagalan, melainkan lebih fokus pada kelebihan….Mungkin dalam hatimu akan berkata, “tapi kan…” , atau “ah..percuma..aku kan..”. Tpi, kenapa tidak ganti aja cara berpikir itu.. dengan..”hm…20 % dari hidup gua adalah keberhasilan, betapa beruntungnya saya. Kelemahan saya, akan saya perbaiki pelan-pelan. Dan kelebihan saya, akan terus saya asah”..bukankah ini lebih baik? Ada teman saya yang pernah bilang sama saya..”Mungkin benar hidupmu sangat berat, tapi akan lebih berat, kalau tidak mulai memperbaiki diri..”. Jadi, pasti ada yang bisa kita lakukan utk mulai memperbaiki diri….Orang cenderung lama meratapi kelemahan, dan lupa utk memperbaiki diri, akhirnya terjebak terus dalam kelemahan kan? Hm..mudah2an mengerti maksud saya…

  40. 56 Rika Chrismayana
    November 21, 2015 pukul 2:14 pm

    Senasib…
    Gw jg gitu, ngerasain nyaman cuma org yg udah kenal gw dan yg udah gw kenalin. Soalnya kalo dilingkungan baru tuh rasanya asing. Tapi kalo sama org yg udah gw kenal, gw malah jadi org super berisik, jahil dan suka bikin ketawa ketawa..
    Alhasil gw ga punya banyak temen di kampus, just friend doank, ga sampe jadi sahabat gitu sih. Kadang gw jg nverasa kesepian, tp kalo masuk ke pergaulan yg rame” dan ga kenal gw, rasanya ga nyaman aja
    Tp aneh nya saya selalu berani mencoba hal baru kaya ikutan acara apa gt dari kampus yg menurut saya menarik, walau tau kalo di dalamnya bakalan ga ada yg gw kenal, tp gw nekat aja ikut. Dan alhasil gw dpt temen baru. Tp setelah itu gw ke sendiri lg, lebih nyaman sendiri pokoknya lah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Psikologi Sekilas

Blog Stats

  • 26,937 hits

%d blogger menyukai ini: