07
Sep
11

Cara Menghadapi Orang Yang Narsisis

Diterjemahkan dan disingkat secara bebas dari tulisan Judith Orloff, MD (dari artikelnya di Psychologytoday.com , yang diambil dari bukunya berjudul “Emotional Freedom”)

Bagaimana mengenali Narsisis:
Motto mereka adalah “Aku dulu”. Segala hal adalah tentang mereka. Mereka mempunyai perasaan yang berlebihan terhadap kepentingan pribadi mereka dan hak mereka, lalu mereka juga mendambakan kekaguman dan perhatian.
Mereka akan memojokkanmu dalam sebuah pesta, menceritakan tentang riwayat ‘besar’ mereka.

Beberapa narsis tidak disukai, sangat kelihatan egois. Namun beberapa yang lain dapat menawan, cerdas, peduli – kecuali jika status mereka terancam. Jika anda berhenti menaikkan ego mereka, atau tidak setuju dengan mereka, mereka akan beralih ke anda dan menghukum anda.

Orang-orang narsisis bisa sangat berbahaya, karena mereka kurang mempunyai empati, mempunyai kapasitas terbatas terhadap cinta tanpa syarat. Hati mereka tidak berkembang, bahkan mungkin telah mati, akibat trauma fisik di masa lalu, seperti dibesarkan oleh orang tua yang narsisis, sehingga mereka mengalami cacat yang melumpuhkan secara emosional maupun spiritual.

Karena sulit untuk memahami, orang-orang Narsisis ini kurang memamhami tindakan mereka sendiri, apalagi untuk menyesalinya. Walaupun mempunyai intuisi, seringkali intuisi itu digunakan mereka untuk kepentingan pribadi mereka sendiri dan untuk memanipulasi. Seperti pepatah Hassidic yang mengatakan “tidak ada ruang buat Tuhan bagi dirinya, karena dirinya telah penuh oleh dirinya sendiri.”

Untuk mengetahui tanda-tanda dari orang yang narsisis, tanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
* Apakah mereka bertindak seolah-olah hidup berputar di sekelilingnya?
* Apakah saya harus memujinya untuk mendapatkan perhatiannya atau persetujuan?
* Apakah dia selalu mengarahkan pembicaraan kembali ke dirinya sendiri?
* Apakah ia mengecilkan perasaan saya atau kepentingan saya?
* Jika saya tidak setuju, apakah ia menjadi dingin atau menahan?

Jika jawaban anda YA untuk satu atau dua pertanyaan, maka anda tampaknya berhadapan dengan seorang narsisis. Jika jawaban 3 pertanyaan menghasilkan jawaban YA, maka narsisis telah menjajah Kebebasan Emosional anda.

Untuk berhadapan dengan orang narsisis sangatlah sulit (seperti kacang yang sulit retak).
Yang terbaik yang dapat dilakukan terhadap mereka adalah menyeleraskan aspek-aspek positif mereka, dan fokus terhadap tindakan-tindakan mereka yang mereka anggap tidak berhasil. Bahkan jika seseorang ingin berubah, kemajuannya pun akan terbatas, keuntungannya juga sedikit.

Saran profesional: jangan jatuh cinta sama seorang narsisis, atau berilusi dengan mengatakan mereka akan mampu memahami prinsip ‘memberi dan menerima’ dalam suatu hubungan intim. Berhubungan dengan narsisis akan membuat anda kesepian secara emosional. Jika anda mempunyai pasangan yang narsisis, hati-hati jika mengharapkan rasa pengasuhan yang tidak pernah didapatkan dari orang tua anda sendiri, karena itu tak akan terjadi. Juga, jangan berharap kepekaan anda akan dihormati.

Jika seorang narsisis menguras emosi anda, ini lah yang harus dilakukan untuk mendapatkan kekuatan anda lagi:
Rendahkan harapan anda, dan bikin strategi untuk memenuhi kebutuhan anda.
* Jaga harapan anda tetap realistis.
Nikmati kualitas positif dari mereka, tapi mengertilah bahwa emosi mereka terbatas. Bahkan jika mereka sangat ahli di suatu bidang. Dengan menerima hal ini, anda tidak akan meminta dari teman, keluarga, atau rekan kerja, sesuatu yang tidak dapat mereka berikan. Camkan definisi kegilaan ini: ketika anda mengulangi tindakan yang sama, tapi mengharapkan respon yang berbeda.
*Jangan membuat diri anda tergantung kepada mereka.
Jangan terperangkap untuk menyenangkan seorang narsisis. Lindungi sensitivitas anda. Tahan diri anda untuk tidak menceritakan perasaan terdalam anda pada seseorang yang tidak akan menghargai anda.
*Tunjukkan sesuatu yang akan menjadi keuntungan mereka.
Untuk berkomunikasi secara sukses dengan seorang narsisis, ingat ini. Menyatakan apa yang anda butuhkan jelas tak akan berhasil, apalagi jika anda marah atau menuntut. Lebih baik bicaralah sesuatu yang berarti bagi mereka. Misalnya, daripada mengatakan ini kepada pasangan: “saya sangat menikmati makan malam keluarga”, lebih baik mengatakan “semua orang menyukai kamu, mereka akan senang jika kamu hadir dalam makan malam kelurga”. Atau, daripada mengatakan ini kepada majikan anda, “Saya lebih suka bekerja tidak sampai malam”, lebih baik berkata “Saya dapat memberikan lebih banyak hasil jika bekerja pada jam-jam ini”.

Memang, lebih baik tidak berurusan dengan seorang narsisis yang membosankan, namun jika hal itu tak dapat dihindari, gunakan teknik ini untuk mendapatkan hasil yang baik.


3 Responses to “Cara Menghadapi Orang Yang Narsisis”


  1. 1 esti
    September 7, 2011 pukul 3:17 am

    Hmm.. memang perilaku narsistik adalah topik yang menarik di abad ini.

    2 tahun lalu aku sempat mengangkat wacana narsistik juga dalam skripsiku yang menggunakan studi etnografi. Kalau berminat bisa hubungi aku .. hehe

    Salam kenal yah ^^ mampir ke blogku juga thanx

    http://puisti.wordpress.com

  2. Agustus 19, 2012 pukul 3:37 am

    Hi, gua trauma sm NPDers.. Dan di jaman skrg ini mrk jumlahnya tdk sedikit
    Kalau mrk jumlahnya sdh melebihi 50% dr jmlh penduduk dunia
    Apakah NPD bisa dikatakan sebagai hal yg normal?

    • 3 Lou
      Agustus 20, 2012 pukul 11:20 pm

      NPD (Narcissistic personality disorder) adalah suatu gangguan, karena itulah dinamakan ‘disorder’. Jadi menurut saya tidak bisa dikatakan hal yang normal. Karena orang normal kan berarti orang yang tak mengalami gangguan. Tapi ya tergantung juga dengan definisi apa itu normal. Mungkin ada yang mendefinisikan, normal itu berarti jika jumlahnya lebih dari 50 % (atau 60%, atau 70 %, atau mendekati 100%), Kalau ini yang dijadikan acuan, ya terserah saja. Tapi repot juga jika ada banyak orang dengan “gangguan-gangguan” di sekitar kita.
      NPD dikarenakan kurangnya percaya diri, dan rasa tidak aman pada dirinya..saya kira ini berarti kita mesti kasihan daripada trauma kepada mereka ..betul tidak..?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Psikologi Sekilas

Blog Stats

  • 26,937 hits

%d blogger menyukai ini: