15
Apr
14

Cinta yang Tak Berbalas – Bagaimana Mengatasi Patah Hati Karena Cinta Tak Berbalas (1)

Akupun pernah mengalaminya. Aku begitu menyukainya, tapi ia tidak menyukaiku. Atau aku tidak menyukainya, tapi ia suka banget sama aku.

Hm..tapi untung belum pernah mengalami yang ini:
Aku menyukainya, dia pura-pura menyukaiku, terus akhirnya dia mengkhianatiku..ach..betapa malangnya kalau benar terjadi…

Tapi teman-teman..kata orang, lebih banyak alasan untuk kita tersenyum, daripada alasan untuk kita bersedih, jadi kenapa kita isi hidup kita dengan kesedihan? Yah..tapi kan..terkadang tidak semudah itu..Yah..ngerti kok, aku juga pernah mengalaminya…

Karena itulah, setelah aku ‘berkonsultasi’ kepada beberapa teman untuk mengatasi sakit hati, setelah aku browsing-browsing ke sana kemari, aku menemukan tulisan-tulisan, yang rasanya ingin kutulis kembali dalam bahasa Indonesia. Yaitu cara-cara supaya bisa ‘move-on’ dan sembuh dari patah hati…

Sebenarnya banyak tulisan-tulisan lain yang sudah mengemukakan tentang ini, tapi rasanya yang ini pengen kuhimpun, kuterjemahkan dan kutulis lagi..yah..mungkin bisa memberikan pandangan yang berbeda, dan bisa lebih memantapkan diri kita untuk tidak terus melihat masa lalu yang kelabu, melainkan lebih melihat masa depan yang lebih cemerlang di depan..hahaayy..😀

Bagian Pertama:
Mengatasi Rasa Sakit karena Cinta yang Tak Berbalas :
* sumber-sumber:
http://www.uncommonhelp.me/articles/how-to-handle-the-pain-of-unrequited-love/)

http://www.ehow.com/how_2054274_deal-unrequited-lovedeal-unrequited-love.html
http://us.life.viva.co.id/news/read/495957-7-cara-jitu-melupakan-pria-yang-tak-bisa-dimiliki?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook

1) Terimalah kenyataan, bahwa ia tidak menyukaimu!

Setelah orang yang kamu suka telah mengatakan,
“Maaf, aku tidak siap.”
“Maaf, aku tidak bisa.”
“Maaf, aku tidak mau”.
“Maaf, aku tidak menyukaimu.”
“Kita teman saja ya”.
“Sori, aku tidak bisa membalas perasaanmu..”
..atau lain-lain yang sejenisnya..peka lah, bahwa ia benar-benar tidak bisa membalas cintamu. Ia
tidak menyukaimu. Ini kenyataan.

Seringkali kita berpikir..”seandainya saja aku dapat membuatnya melihat ketulusanku…” atau “sedikit lagi, mungkin kalau aku bisa berbicara dengannya..ia akan mulai menyukaiku…” atau “seandainya dia memberi ku kesempatan untuk sekedar jalan bersamanya beberapa waktu…”
yah…semacam itulah.. sadarlah..itu semua hanya ilusi. Kalau ia tidak menyukaimu, ya udah. Berhenti mengharapkan dia. CARI CARA LAIN buat mendekati seseorang YANG LAIN.

Sering kita termakan sama cerita fiksi dan fantasi, apalagi di drama-drama Korea yang pernah kulihat, tentang seseorang gadis yang berjuang untuk mendapatkan seorang yang paling populer di kelas…sadarlah, jangan terpengaruh, itu semua hanya fantasi! Kenyataan tidaklah seperti itu.

Aku sendiri juga pernah mengalami jatuh cinta sama seseorang, ia telah bilang “maaf, aku tidak siap”, aku tahu ia menolakku, tapi kupaksakan untuk terus mendekat ke dia. Karena kupikir masih ada harapan. Nyatanya, setelah makin lama berusaha untuk mendekat ke dia, malah membuat dia makin menjauh. Akhirnya ada seorang teman yang berkata..kalau kamu terlihat ‘ngarep’, itu sangat tidak sexy, bahkan sikap itu bisa sangat
memuakkan (kesimpulannya: jangan pernah terlihat terlalu ‘ngarep’ sama seseorang).
Pantesan dia makin menjauh. Temanku itu benar. Kalau kamu sudah ditolak, ya udah jangan diteruskan, cari yang lain! Jangan terperangkap dengan ilusi dan fantasi yang kita buat sendiri. Masih banyak cewek cakep atau cowok menarik lain di sekitar kita.

Pernah juga terjadi, aku pernah menyatakan cinta ke seseorang, tapi tidak dibalas…telpon gak diangkat, sms gak dibalas, ditemui di rumahnya gak pernah ada, atau mungkin sembunyi di mana…lama dia seperti itu…dia makin menjauh. Aku bilang aku hanya ingin jawaban apapun itu..tapi ia tetap saja tidak membalas.

Setelah berkonsultasi dengan teman, yang juga perempuan, akhirnya kusadari, itu artinya ia sebenarnya masih ingin berteman denganku, ia bingung..ia tak bisa membalas perasaaanku, tapi ia juga tak mau putus pertemanan denganku, dan ia tak mau menyakitiku…barulah aku tahu, ia telah menolakku.

Jadi kalau kalian mendapat perlakuan seperti itu, ia diam dan tidak mengatakan apa-apa..sadarilah, itu artinya ia menolakmu. Terima kenyataan itu. Berhenti, jangan terus menyiksa diri dengan mengharapkan dia. Karena itu juga akan menyiksa dia. (Ada penelitian yang mengatakan kalau yang menolak itu merasakan sakit yang sama dengan yang ditolak, bahkan bisa lebih besar, ini akan dijelaskan di bagian kedua)

Ingatlah ini. Kadang-kadang, tahu kapan harus berhenti
adalah langkah pertama untuk menuju kesuksesan.

2) Ketahuilah (benar-benar mengetahui) Siapa yang Kamu Sukai

Jika kita menyukai seseorang, maka secara otomatis kita akan membentuk bayangan tentang orang tersebut, yang bisa jadi jauh berbeda dengan yang sebenarnya. Tidak masalah sih membentuk bayangan tentang seseorang, tapi akan menjadi masalah jika terlalu berlebihan, jika di kenyataan ternyata sangat berbeda.

Kamu menyukainya, atau menyukai fantasi diri sendiri terhadapnya? Kamu menyukai sosok orang itu, atau hanya menyukai proyeksi kreatif mu? Seringkali orang yang jatuh cinta akan merasa bahwa ia ‘benar-benar tahu’ orang tersebut, yang akhirnya membuat ia merasa mempunyai ikatan terhadap orang itu.

Jadi, jika cinta tak berbalasmu terasa memenuhi pikiranmu,
sadarilah

bahwa kamu sebenarnya tidak benar-benar tahu dia. Yang kamu sukai dari dia hanyalah bayangan dan fantasi yang kamu buat tentang dia.

3) Tetap lanjutkan hidupmu yang luas, dan bertumbuhlah.

Pikiran-pikiran bahwa, “tanpa dia, aku tiada berarti..”, “kalau bukan dia, aku tak mau yang lain!”, dan semacam itu..semua adalah pikiran racun. Seolah-olah hanya orang tersebut yang bisa mengatasi permasalahan pribadi kita. Seolah-olah dia yang paling sempurna buat kita.

Jika terus berpikir demikian, pada akhirnya, kita akan mengabaikan apa yang terpenting buat diri kita, yaitu kedekatan emosional yang sesungguhnya. Kita akan menghilangkan kesempatan untuk lebih dekat dengan orang lain, dengan teman-teman lain di sekitar kita. Selain itu, aktivitas-aktivitas rutin dan yang sebenarnya penting buat pertumbuhan kita, akhirnya terabaikan juga, karena yang kita inginkan cuma ‘dicintai orang itu’. Kita jadi tidak belajar. Kita jadi berhenti latihan sesuatu hal yang penting buat kita, seperti biasanya.

Jadi, pergilah keluar, berolah-raga, menonton film, menelpon teman lama, tetap lakukan hal-hal yang normalnya kamu lakukan walaupun rasanya tidak enak (mencuci, bersih-bersih, belajar) ..karena semua aktivitas-aktivitas ini akan memberikan tenaga buatmu untuk melampaui kesedihanmu.

Yang terpenting, kita semua masing-masing adalah ‘berharga’. Jadi kenapa ‘ke-berharga-an’ kita harus tergantung oleh hadirnya orang lain? Kenapa kita masih tetap termakan oleh racun-racun itu, dan membuat diri kita berhenti tumbuh, hanya untuk seseorang yang jelas-jelas tidak menginginkan kita? Apalagi jika orang itu jelas-jelas tidak sesuai dengan bayangan dan imajinasi kita..Bergeraklah, penuhi dan fokuskan diri dengan aktivitas-aktivitas lain yang lebih penting.

4) Pandanglah Masa Depan Dalam Berbagai Bentuk Yang Mungkin

‘Badai pasti berlalu’. Kata sebuah lagu. Memang benar, apapun itu, semuanya pasti akan berlalu. Seorang anak kecil, pernah merasa ‘jatuh cinta’ dengan sebuah bus mainan berwarna merah. Bus itu akan dibawanya kemana-mana, dan ia merasa, memang sebenarnya ia dan bus itu diciptakan untuk bersama. Itu lah yang terpikirkan, saat itu.

Tapi setelah ia besar, ia toh tidak lagi bermain dengan bus merah itu. Memang ini cuma ilustrasi, tapi kenyataannya itulah yang terjadi pada kehidupan sehari-hari. Jika kita merasakan ‘sesuatu’, kita berpkir bahwa rasa itu akan selamanya begitu. Padahal sebenarnya tidak. Setelah beberapa waktu ‘rasa’ itu akan berlalu.

Coba kita tanya sama orang-orang tua yang sudah lama menikah. Ketika mereka masih sama-sama muda dan saling mencintai, bahkan sangat mencintai….apakah ‘rasa saling mencintai’ itu akan otomatis terus bertahan lama? Sebenarnya tidak. Jika tidak ada dari mereka usaha untuk terus menumbuhkan ‘rasa cinta’ itu, maka ‘rasa’ itu akan hilang.

Sebaliknya, ada juga pasangan yang awalnya tidak ada ‘rasa’, tapi karena terus-menerus membina ‘rasa’, lama-lama rasa itu akan muncul dan bisa bertahan terus, jika memang mereka ingin mempertahankan.

Intinya, ‘rasa cinta’ itu sebenarnya adalah rasa yang sementara. Ia bisa terus bertahan, karena ada usaha untuk mempertahankannya. Sakit hati, kesedihan, itu juga sementara…Mulailah melepaskan rasa sedih dan sakit hati itu..
pelan-pelan ia pasti akan berlalu juga…

Ini juga berlaku untuk hal-hal lain…ketika kita dirundung masalah, seberat apapun itu…selalu ingat..bahwa ini pun suatu saat pasti akan berlalu..badai pasti berlalu…

5) Keluar dari Kubangan

Ketika kita jatuh cinta pada bayangan kita akan seseorang, maka kita akan cenderung untuk tenggelam dalam kubangan khayalan romantisme, puisi patah hati, lagu-lagu mellow yang dipenuhi hati yang tersakiti. Berlebihan dalam hal ini sebenarnya malah akan mengarahkan kita pada masalah yang lebih jauh. Jika kita sudah merasa tersiksa karena keinginan kita yang tak berbalas (atau tak tercapai), maka terus berada dalam kubangan itu justru akan lebih memperparah rasa sakit kita.

Ada penelitian, jika kita galau, dan terus berada dalam kegalauan, akan mengarahkan kita pada kondisi ‘depresi’. Ketika kita depresi, maka aktivitas ‘prefrontal cortex’ pada otak sebelah kiri kita akan turun secara drastis. Artinya, kita jadi tak bisa berpikir secara logis.

Untuk mengatasi hal itu, masih menurut penelitian tersebut, jika kita tak bisa melepaskan fokus kita kepada seseorang..sehingga makan tidak enak, minum tidak enak, tidur tidak enak..maka lakukanlah hal-hal yang berhubungan dengan logika. Lakukan perencanaan. Lakukan analisa. Belajar bahasa. Menjawab TTS. Pokoknya yang berhubungan dengan merangsang aktivitas otak kiri, dan lakukan hal-hal yang menarik, ini akan membuatmu menstabilkan suasana hati, serta membuatmu lebih obyektif dalam memandang hal-hal yang mengganggu.

Intinya sebenarnya adalah, lepaskan fokusmu ke dia. “Don’t feed the monster” (Jangan ngasih makan ke monstermu). Kalau sudah tahu merasa sakit hati karena cintamu gak dibalas, ya jangan terus menemui dia, kirim sms ke dia, ataupun selalu mencari informasi tentang dia, misalnya dengan ngintip facebooknya, masuk ke tempat-tempat yang biasanya dia ada, dan lain-lain. Anehnya, ini biasanya sering kita lakukan, walaupun sudah tahu ia menolak, tapi rasa suka dan bayang-bayang tentang dia yang tak bisa lepas membuat segala sesuatu tentang dia adalah hal paling menarik buat kita. Percayalah, aktivitas ini tidak akan membuat kita lebih baik.

Katakan pada diri sendiri, “Kenapa aku menginginkan seseorang yang tidak menginginkanku?” Padahal kita berhak untuk orang yang lebih baik. Betapa sia-sia usaha dan waktu kita, jika hanya difokuskan pada sesuatu yang tidak mungkin bisa kita miliki?

Hati-hati dengan ini. Jika mendapati dirimu selalu merasa ingin ‘menempel’ kepada seseorang yang tidak mau denganmu, bahkan tidak mau memandangmu, bahkan yang telah sering menyakitimu, bisa jadi itu adalah patologi dari pengalaman masa kecilmu. Perjuangan untuk mendapat kasih sayang dan perhatian dari seseorang tersebut, adalah sebagai ganti perjuangan untuk mendapat perhatian dan kasih sayang yang dulu tidak kamu dapat dari kedua orang tuamu. Kamu seolah-olah ‘membutuhkan’ orang tersebut, sebagai prasyarat untuk kebahagiaanmu dan hidupmu. Jika kamu sering mendapati hal ini, dan itu tak bisa kamu hentikan serta terus menyiksamu, lebih baik segeralah berkonsultasi ke profesional.

Atau, mulailah untuk ‘lebih’ mencintai dirimu sendiri.
Sadarilah bahwa kamu lah satu-satunya orang yang berhak untuk mendapatkan cintamu.
BERHENTI sejenak, lihat dirimu sendiri, dan tenanglah. Jika kamu mendapati diri masih berusaha untuk memenuhi diri dengan orang lain, atau hal-hal lain dari luar diri sendiri, ketahuilah bahwa itu hanya akan membuatmu lebih buruk. Kebahagiaanmu adalah tanggung jawabmu, dan itu harus dari dirimu sendiri. Kebahagiaanmu bukan tanggung jawab orang lain dan bukan bersumber dari orang lain. Merasa tidak dicintai karena orang lain adalah gejala rendah diri, yang akan menurunkan kekuatanmu.

Ambil kekuatanmu kembali. Tetaplah untuk menumbuhkan hati dan jiwamu. Jadilah dirimu sendiri. Akan ada orang lain di sana yang akan menyukai dirimu yang autentik. Dirimu yang benar-benar dirimu. Dirimu yang bergerak karena memang kamu ingin bergerak, bukan atas dasar orang lain. Yang tumbuh karena kamu sendiri memang berhak dan menginginkan untuk tumbuh, bukan untuk orang lain.

Jika kamu mencintai dirimu sendiri, kamu tak butuh orang lain sebagai sumber kebahagiaanmu. Kamu akan merasa bebas, dan itu akan mengundang orang lain yang lebih baik di saat yang tepat nanti. Tetaplah berjalan dalam kedamaian dan kebahagiaan.

6) Ingat!! Cintamu Tak Berbalas Bukan Berarti Ada Yang Salah Denganmu!!

Kita cenderung bertanya-tanya, kenapa ia tidak mencintaiku? Kenapa ia tidak melihat kesungguhanku? Kenapa begini..kenapa begitu? Apakah ada yang salah denganku? Apa yang salah? Setidaknya kasih tahu alasannya kenapa?

Sudahlah..berhenti saja menanyakan hal tersebut. Faktanya, kalau kita sudah menjadi orang yang paling baik, paling lucu, paling cemerlang..bukan berarti ia harus menyukaimu. Ia tidak menyukaimu, ya karena ia tidak menyukaimu. Terkadang ada alasan yang sulit untuk dijelaskan kenapa seseorang suka sama orang lain atau tidak. Menyuruh orang lain untuk menyukai kita sama dengan menyuruh ombak untuk berhenti. Menyuruh orang lain untuk memberikan sesuatu yang ia tidak punya, adalah sesuatu yang sia-sia. Beberapa orang memang tidak bisa menyukaimu seperti kamu menyukainya, dan itu bukan berarti ada yang salah denganmu.

7) Temukan Seseorang Yang Bisa Memberimu Apa Yang Kamu Butuhkan

Mencintai dan dicintai – perasaan emosional yang simetris seperti itulah yang benar-benar dibutuhkan oleh kita. Beberapa orang terjatuh pada pola ‘destruktif’ untuk mengharapkan orang yang sudah ‘tak bisa diharapkan’, baik karena orang tersebut sudah punya pasangan lain, atau karena orang tersebut memang tak bisa/mau melakukan hubungan dengan kita. Secara tidak sadar, ketika kita mengharapkan orang yang tidak bisa kita harapkansebagai prasyarat untuk terjadinya cinta…itu akan seperti berenang di gurun yang kering, tidak akan berhasil! Setidaknya, sadar dulu tentang hal ini, bahwa ini adalah hal yang akan merusak diri sendiri.

Fokuslah terhadap seseorang yang menyukaimu sebagaimana adanya. Jangan menyamakan antara intesitas perjuangan dengan intesitas cinta sejati. Kamu akan mengetahui saat kamu menemukan cinta yang asli, yang memang patut kamu perjuangkan, karena cinta yang asli itu akan mengalir dalam dua arah (saling mencintai).

Cinta yang asli akan membuatmu bahagia dan senang, bukan menderita dan cemas. Cinta tak berbalas hanya akan menjadi penderitaan. Bayangkan betapa indahnya jika menemukan seseorang yang tahu bagaimana mencintaimu sebagaimana kamu mencintainya.

Ingatlah, berhentilah mencintai seseorang yang tidak mencintai kita, lalu MOVE-ON. Itu tidak hanya akan membuat diri kita lebih baik, tapi juga orang lain yang kita cintai tersebut juga akan lebih baik. Penelitian mengungkapkan, bahwa seseorang yang menolak cinta merasakan ‘penderitaan’ yang sama, bahkan lebih, daripada seseorang yang ditolak cintanya. Jadi jika kamu sudah ditolak cintamu, ya sudah, jangan terus mengharapkan dia. Karena itu akan menyiksa dia juga.

Nah, bagaimana jika kita berada di posisi yang harus ‘menolak cinta’? Tulisan tentang ‘Cinta Tak Berbalas’ ini akan saya lanjutkan di bagian kedua…
———————————————————————–


5 Responses to “Cinta yang Tak Berbalas – Bagaimana Mengatasi Patah Hati Karena Cinta Tak Berbalas (1)”


  1. Juni 17, 2015 pukul 2:03 am

    gimana cara menghadapi orang yang kita sayang.. dan kita pikir dia juga mencintai kita ehh akhirnya kita cuman di PHP inn😥

  2. 4 yana
    Juli 24, 2015 pukul 4:32 am

    bagaimana kalau orang yang kita sukai tapi malah menyukai orang lain????


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Psikologi Sekilas

Blog Stats

  • 26,937 hits

%d blogger menyukai ini: